Pages

Showing posts with label Inggris. Show all posts
Showing posts with label Inggris. Show all posts

Wednesday, February 2, 2011

London

Ternyata orang Inggris sangat dipusingkan dengan begitu banyak papan petunjuk di jalan. Hal itu membuat Pemerintah Inggris menyatakan perang terhadap rambu lalu lintas yang tidak penting serta iklan luar ruang.

Menteri Komunitas Erick Pickles serta Menteri Transportasi Philip Hammond telah menulis surat kepada para pemimpin lokal di Inggris untuk meminta agar rambu di jalan dikurangi.

"Jalan-jalan kita kehilangan karakter Inggris karena sarat berbagai macam rambu. Hal itu jelas pemborosan uang dari pembayar pajak" ujar Pickles. Ruas jalan Kenshington di Londo sudah dapat dibersihkan dari rambu tak penting dan hasil menunjukkan tingkat kecelakaan justru menurun hingga 47 persen.

Friday, January 28, 2011

London

Bagi sebagian orang, Inggris merupakan tanah idaman. Kemungkinan mendapatkan kehidupan yang lebih baik di negeri ini lebih terbuka. Salah satu caranya adalah dengan memperoleh kewarganegaraan melalui perkawinan. Sayangnya, upaya ini sering kali ilegal.

Di Inggris, seorang pendeta dinyatakan bersalah karena memberikan ribuan upacara pernikahan palsu bagi orang Afrika dan Eropa Timur. Tujuannya apalagi kalau bukan mendapatkan kewarganegaraan Inggris. Alex Brown (61) tercatat memimpin 360 upacara pernikahan palsu selama 4 tahun belakangan. 

Dalam beberapa kasus, salah satu calon pengantin membatalkan perkawinannya karena hendak menikah dengan orang lain yang memberikan imbalan lebih besar atau dalam kasus lain seorang pengantin terdaftar menikah dengan dua orang dalam satu hari

Brown tidak sendirian. Pembantunya, Vladymyr Buchak (33), juga dinyatakan bersalah karena telah berkonspirasi melanggar undang-undang imigrasi. Dia membayar orang Eropa Barat sebesar 4.700 dollar AS agar mau menikahi orang Afrika, khususnya dari Nigeria, dan menyediakan dokumen yang memungkinkan mereka bekerja dan hidup di Inggris.

Brown menyangkal melakukan pelanggaran walaupun dia mengakui terkadang heran melihat usia pengatin yang terpaut jauh.

Wednesday, January 26, 2011

London

Pria-pria Inggris rupanya lebih merasa takut kepalanya ditumbuhi uban daripada botak. Menurut survey terbaru oleh Mintel, warna rambut merupakan faktor penampilan pertama yang sangat diperhatikan. Sementara kebotakan mengkhawatirkan 40 persen dari 2.000 pria Inggris.

Rambut yang tidak diinginkan, terutama di hidung dan telinga, mengkhawatirkan 38 persen respondence. Sementara berat badan berlebihan merupakan kekhawatiran berikutnya disusul dengan gigi yang menguning. Mintel menyatakan bahwa lelaki tampaknya lebih menerima kekurangan dibandingkan dengan perempuan.

Lebih dari seperempat lelaki berusia 45-54 tahun tidak menyukai empat aspek penampilan mereka, sedangkan separuh responden menyatakan khawatir dengan bentuk hidung atau rambut di telinga. Menurut Kepala Riset Kecantikan Mintel Vivienne Rudd.

"Perubahan fisik sering dikaitkan dengan penuaan dan dapat dijadikan katalis terhadap krisis paruh baya." Kalau takut uban, bisa semir rambut, loh...

Monday, January 24, 2011

London

Anggota majelis rendah (House of Commons) Parlemen Inggris kini tak lagi bisa melaporkan jalannya sidang para wakil rakyat itu di Twitter. Wakil ketua majelis rendah, Lindsay Hoyle mengumumkan larangan bermain twitter saat sidang berlangsung di London, Inggris (19/1), setelah mendapat keluhan dari Kevin Brennan, anggota parlemen dari Partai Buruh.

Brennan merasa terganggu saat dalam sebuah debat, rekannya dari Partai Liberal Demokrat, Julian Huppert, malah sibuk men-tweet isi perdebatan itu. Menurut Brennan, tindakan Huppert itu tidak adil karena daripada mengungkapkan pendapat di Twitter, ia lebih baik menyampaikan secara langsung di ruang sidang sehingga peserta sidang yang lain bisa ikut menanggapi.

"Saya yakin tak ada anggota Dewan yang terhormat akan men-tweet dari ruang sidang ini untuk memberitahu dunia luar apa yang sedang terjadi disini," tutur Hoyle. Panduan tata terbit Parlemen Inggris yang dikeluarkan tahun lalu hanya melarang telepon seluler dipakai di dalam ruang sidang, tetapi mengizinkan gadget genggam yang berfungsi mengirim email.

Sebulan lalu, para hakim di Inggris justru mengizinkan penggunaan Twitter di ruang sidang pengadilan di seluruh Inggris dan Wales.

Saturday, January 22, 2011

London

Film banyak mempengaruhi pola belanja masyarakat. Jaringan peritel Inggris Debenhams menyatakan bahwa penjualan pakaian dalam wanita naik pesat. Kenaikan itu sehubungan dengan film Sex and the City 2 serta Cougar Town.

Dalam film tersebut, ditampilkan perempuan berusia 40 dan 50 an berpakaian dalam mewah dan indah dengan pasangan mereka yang masih muda. Tokoh-tokoh dalam film itu menjadi penyumbang kenaikan penjualan pakaian dalam untuk perempuan pada usia yang sama.

Jaringan department store tersebut mengumumkan bahwa dalam analisis nasional mengenai penjualan pakaian dalam pada periode Oktober 2009 hingga April 2010 ternyata perempuan berusia 40-an lebih rajin membeli pakaian dalam. Merekalah yang membuat penjualan pakaian dalam meningkat.

"Tokoh pada kedua film tersebut memberi kepercayaan diri kepada para perempuan berusia 40-an dalam mengekspresikan diri mereka" ujar Kepala Pembelian Pakaian Dalam Debenhams Annette Warburton.

Perempuan berusia 40-an seolah menemukan diri mereka setelah memiliki anak atau bercerai. Sebelumnya, pembeli utama pakaian dalam adalah perempuan berusia 20-an tahun.

London


Maunya makan enak, tetapi gratis. Seorang penganggur harus berurusan dengan polisi gara-gara makan tanpa bayar di sejumlah restoran papan atas di London. Akhirnya, tagihannya menumpuk dan dia menghilang baik ditelan bumi tanpa membayar tagihan tersebut.

Janis Nords (27) dituduh melakukan makan tanpa bayar selama tiga kali antara 14 Oktober dan 15 November. Dia dituduh meninggalkan tagihan sebesar 349 poundsterling atau sekitar Rp. 4,9 juta di Restoran Glass House di Richmond, London.

Di restoran lain, dia memiliki hutang sebesar lebih dari Rp. 10 juta. Biaya yang paling banyak dan tidak dibayar adalah di Restoran L'Oranger French di pusat kota London, sekitar Rp. 15 juta. Dia harus mempertanggung jawabkan tagihan tak terbayar itu dipengadilan hari Rabu pekan depan.

Sudah kenyang kok lupa bayar?

Thursday, January 20, 2011

London

Membuat iklan memang harus dipikirkan dengan matang-matang, tidak boleh sembarangan. Sebuah iklan yang menampilkan gambar Ratu Mary I yang diubah menjadi Zombie yang sedang makan akhirnya dilarang setelah ada beberapa keluhan gambar tersebut menakuti anak-anak.

Gambar digital "Bloody Mary", anak dari Raja Henry VII, muncul di sisi eskalator kereta bawah tanah untuk mempromosikan pameran Dunge London. Gambar itu memperlihatkan Mary secara pasif duduk dan kemudian memalingkan wajahnya kepada orang lewat dengan mata yang besar dan teriakan tanpa suara.

Wajahnya kemudian berubah menjadi seram, ditingkahi dengan keluarnya gas, gigi yang memanjang, dan mata yang berubah menjadi kemerahan. Kemudian, gambar itu berubah menjadi pasif lagi dan wajahnya menjadi normal kembali seperti sedia kala.

Advertising Standards Authority (ASA) menerima empat keluhan yang menyatakan bahwa iklan tersebut tidak baik untuk anak-anak. Pengawas periklanan itu sepakat dan memerintahkan agar iklan tersebut tidak boleh digunakan lagi karena telah menakutkan anak-anak.

Pembuat iklan itu, Merlin Entertainments, membela iklan itu dengan menyatakan, tujuan iklan itu adalah untuk memperlihatkan bahwa ada sisi gelap dari kepribadiannya.

Monday, January 17, 2011

London


Pelaut ini mengira sudah melayari pantai selatan Inggris. Padahal, dia hanya mengitari pulau kecil di muara Sungai Thames. Perahunya sampai kehabisan bahan bakar, sampai akhirnya ia terpaksa diselamatkan oleh regu penyelamat.

Lelaki yang tidak memiliki pengetahuan kelautan dan hanya memiliki peta untuk membimbing perjalanannya, telah berusaha berlayar dari Gillingham, sekitar 56 kilometer timur London, ke Southhampton dengan menyusuri pantai selatan Inggris.

Akan tetapi, ternyata dia hanya mengitari pulau Sheppey yang tidak jauh dari muara Themes. Pelaut amatir itu sama sekali tidak menggunakan peralatan navigasi lainnya. Itulah sebabnya ia sebenarnya hanya berputar-putar saja.

Saturday, January 15, 2011

London

Kartu telepon, kartu pos bergambar situs wisata, dan iklan prostitusi menjadi bagian dari pameran seni bertema "The Urethra Art of Gilbert and George" di galeri White Cube, London, Kamis 13 Januari 2011.

Salah satu benda seni yang dipajang adalah kartu promosi seks bertuliskan "layanan kesehatan dan fantasi dari ahlinya". Dua seniman itu adalah Gilbert Proech dan George Passmore, yang hidup, bekerja dan selalu makan bersama-sama di kafe dan restoran yang sama.

Mereka selalu tampil necis, rapi dan berpenampilan sopan. "Dengan tampil rapi dan necis, Anda tidak akan diasosiasikan dengan hal-hal seperti yang kami pamerkan" kata dua seniman "gila" ini datar.